Thursday, April 4, 2019

Feminisme : "Tubuhku adalah milikku x Tubuhku bukanlah milikku"

      Feminisme adalah sebuah gerakan yang menuntut emansipasi atau kesetaraan bagi perempuan dalam bidang sosial, budaya, politik, ruang individu dan ruang publik. Pada abad ke-20, gerakan feminisme mulai berkembang pesat dengan dimulainya penyuaraan persamaan hak politik bagi perempuan yang dimana kaum feminis menganggap bahwa masyarakat dan tatanan hukum bersifat patriarki, sehingga menyebabkan ketidakadilan bagi perempuan. Sedangkan pada abad ke-21, di Indonesia terjadi peristiwa diskriminasi pada perempuan jawa yang tidak diberikan kesempatan yang setara dengan laki-laki dalam hal mengemban pendidikan, hal ini menjadi kritikan terhadap masa kolonial belanda yang disuarakan oleh Raden Ajeng Kartini. Ia menentang sekali sistem pendidikan yang lebih menguntungkan laki-laki. Dengan perjuangan dan pengorbanan tanpa kenal lelah, R.A Kartini mampu menggugah perempuan-perempuan dari belenggu diskriminasi. Perjuangan R.A Kartini menjadi sebuah awal bagi kaum perempuan di indonesia untuk menikmati apa yang disebut persamaan hak. Kenapa disebut awal ? karena dimasa sekarang masih banyak terjadi kekerasan, penindasan dan sikap memperlakukan tidak adil terhadap perempuan.
   
      Salah satu penyebab terjadinya diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia adalah dampak dari pelebelan terhadap perempuan yang selalu berkonotasi negatif sehingga menimbulkan masalah. Misalnya, perempuan selalu dinilai sebagai pribadi yang lemah, penakut, cengeng, emosional, kurang bertanggung jawab dan sebagainya, sehingga dapat menyebabkan budaya lama (patriarki) sulit untuk dilepaskan. Bahkan lebih buruknya lagi, dengan adanya pelebelan tersebut bisa saja dimanfaatkan laki-laki yang tidak bermoral untuk melakukkan tindakan asusila. Dari sini, kita bisa melihat bahwa perempuan sangat rentan sekali mengalami diskriminasi gender dibandingkan laki-laki. Dengan adanya diskriminasi seperti itu, perempuan hanya dijadikan objek seksualitas saja bagi laki-laki yang tidak bermoral, seolah-olah perempuan tidak bisa memiliki kebebasan atas tubuhnya.

  • Tubuhku adalah milikku
      Kaum feminis barat berpandangan bahwa perempuan memiliki kebebasan atas tubuhnya sendiri. " "Tubuhku adalah milikku, aku bebas melakukan segala sesuatu terhadap tubuhku. aku dan tubuhku adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Aku dapat merubah penampilanku sesuai dengan kehendakku; kurus, gemuk, memakai make up, tidak memakai make up, bertato dan sebagainya. Aku akan terlihat cantik dengan kebebasan yang diberikan atas tubuhku. Bahkan jika aku berkehendak untuk bunuh diri, berhubungan/bercinta dengan seseorang (atas persetujuan), atau memilih pasangan (sejenis/tidak sejenis), itu adalah ekspresi kebebasanku atas tubuhku yang dimana tubuhku merupakan milikku. Siapapun tidak mempunyai hak untuk mengaturku untuk harus beginilah, begitulah. Jika ada yang mempersalahkan, itu adalah sebuah hal yang konyol karena bagaimana mungkin aku diminta bertanggung jawab atas perbuatanku  bila tubuhku bukanlah milikku. Selama itu pula aku sungguh bebas melakukan apapun yang aku mau, siapapun tidak dapat mengatur tubuhku, kecuali dengan kehendakku sendiri". Feminis barat berpandangan seperti itu bertujuan untuk mendapatakan kemuliaan bagi kaum perempuan serta mampu untuk menjawab permasalahan kesetaraan gender.
  • Tubuhku bukanlah milikku
      Prinsip "Tubuhku adalah milikku" menjadi sebuah pro dan kontra dimasyarakat timur terkhususnya di Indonesia. Masyarakat indonesia yang mayoritas beragama islam menganggap prinsip "Tubuhku adalah milikku" sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan norma yang ada dalam agama islam. Dalam agama islam, segala sesuatu yang dilakukan didunia ini akan di pertanggungjawabkan di kemudian hari. Dalam konteks ini, perempuan diwajibkan menjaga dan memelihara tubuhnya agar dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Kenapa harus demikian ? karena tubuhmu bukanlah milikkmu, Tuhanlah pemilikmu dan tubuhmu. Tuhan adalah pencipta atas adanya dirimu, sehingga perempuan harus mentaati aturan yang sudah Ia tetapkan (misalnya, menutup aurat). Itulah sebabnya perempuan tidak dapat memperlakukan tubuhnya dengan sesukanya. Dengan mentaati perintah-Nya, perempuan akan mendapatkan kemulian yang tinggi dimata Tuhannya. Surga adalah jaminan yang akan diberikan kepada wanita yang selalu taat akan perintah-Nya.

      Dari 2 sudut pandang tersebut yang saling bertolak belakang menyebabkan tidak adanya titik temu terkait permasalahan gender. Akan tetapi setiap manusia bebas menentukan dimana posisi yang ingin ia ambil dengan segala konsekuensi yang telah ia ketahui. Untuk mempermudahnya kita sudah diberikan akal untuk dapat membedakan yang benar dan yang salah, sehingga kedepannya diharapkan menjadi pilihan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

      Segala bentuk diskriminasi terjadi karena kurangnya akan pengetahuan dalam diri manusia. Dengan kita mengetahui fungsi  pengetahuan kita dapat memaksimalkan akal kita untuk melakukan segala sesuatu dan dapat menjadikan kita sebagai seorang yang terpelajar , "seorang terpelajar harus bersikap adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan". (Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, 1975).

      Pada dasarnya perempuan tidak perlu kesetaraan dengan laki-laki karena sejatinya perempuan sungguh dimuliakan. Ia akan selalu dijaga oleh orang-orang yang sayang terhadapnya. Ia akan dijaga oleh teman laki-lakinya,saudara laki-lakinya, ayahnya dan suaminya. Menjadi seorang perempuan menjadi keuntungan khusus untuk di hormati, dilindungi, dilayani oleh laki-laki bak seperti memperlakukan seorang putri dari sebuah kerajaan. Berbeda dengan seorang laki-laki yang lebih suka memamerkan kejantanannya  dan maskulinitas mereka. Situasi seperti inilah yang dapat memberikan keuntungan bagi perempuan dan laki-laki. Saling melengkapi dan mengangkat hak-hak semua orang akan menjadi solusi terbaik dari pada kita saling menelanjangi hak dan kebebasan dari orang lain.

Tambahan :

      Terima kasih bagi yang sudah membaca tulisan ini. Jika pembaca mempunyai pandangan yang berbeda silahkan bisa dibagi di kolom komentar. Kritik dan saran sangat saya butuhkan untuk kebaikan Blog ini kedepananya :)

Monday, April 1, 2019

Tidak Ada Alasan Untuk Golput

"Golput !! Golput !! Golput !! Golput !! Bodoo Amaat gua mau golput aja !!" . Mmmm .... Yakin mau Golput ? Tenane meh Golput ?. Pembaca yang budiman, saya mempunyai pandangan tentang bagaimana cara kita menyikapi setiap akan diadakannya pemilihan Legislatif maupun pemilihan Presiden. Okee .. langsung saja .....

      Setiap negara mempunyai sistem politik yang berbeda-beda, sistem politik yang sering digunakan pada suatu negara adalah sistem politik demokrasi. Istilah Demokrasi berasal dari penggalan kata bahasa Yunani yakni demos dan kratos/cratein. Kata Demos memiliki arti rakyat sedangkan kata Kratos memiliki arti pemerintahan. Jadi demokrasi berarti pemerintahan rakyat. Dari hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan suatu negara adalah rakyat. Relevan dengan pendapat dari Ambraham Lincoln di tahun 1863 yang mengatakan "Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat".

      Setiap negara mempunyai sistem demokrasi sesuai dengan Ideologi yang dianut negara tersebut. Sistem politik demokrasi ada berbagai macam , antara lain demokrasi komunis, liberal, pancasila dan sebagainya. Di Indonesia sendiri menganut sistem demokrasi pancasila yang di mana sistem ini mengedepankan nilai-nilai yang ada pada pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yaitu nilai Ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan dan nilai keadilan. 

      Dari uraian di atas yang sudah disampaikan , kita tahu bahwa sebagai warga negara kita bertanggung jawab untuk menjaga demokrasi yang mengandung nilai-nilai pancasila. Dengan cara apa? Salah satunya dengan cara kita membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan politik, karena dilihat dari tujuannya politik menjadi sebuah alat untuk membuat tatanan bernegara yang baik sehingga dapat mewujudkan kebaikan/kepentingan bersama.

      Kemudian langkah awal untuk membantu membangun sistem politik demokrasi yang baik dengan kita berpartisipasi dalam perayaan pesta demokrasi. Ini penting,karena kita akan memilih pemimpin yang kedepannya diharapkan dapat merubah nasib bangsa kita. Pemimpin yang baik akan selalu menjalakan sistem dengan baik, sehingga dapat mewujudkan kebaikan/kepentingan bersama (umum).
oleh sebab itu kawan, golput bukan solusi! karena masifnya menyuarakan golput dapat menjadi ancaman bagi legitimasi demokrasi serta suara yang kosong dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Gunakan hak suara kita dengan bijak agar kita tidak menyesal di kemudian hari, dan dengan memberikan hak suara kita berperan dalam kepedulian atas terjaganya legitimasi demokrasi.

      Memang perlu kita akui, kesadaran akan pentingnya pendidikan politik demokrasi tidak sepenuhnya melekat pada setiap individu warga negara, alangkah lebih baik kita sebagai sesama warga negara yang sudah sadar akan pentingnya politik demokrasi, kita dapat membantu dengan memberikan edukasi pada pendidikan informal maupun non-formal sehingga tercapainya budaya dan pola pikir yang cerdas.


Tambahan :

      Terimakasih bagi yang sudah membaca tulisan pertama saya. kurang lebihnya sya mohon maaf dan silahkan bagi pembaca yang mempunyai pandangan yang berbeda bisa dibagi dikolom komentar. Kritik dan Saran saya persilahkan :) (Aji Utama)